PERAN
KESENIAN GAMELAN SEBAGAI PEMERSATU BANGSA
Disusun untuk memenuhi tugas semester
1 mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan jurusan Manajemen Bisnis
Disusun oleh
ANUGRAHA NOVANA
4134045

PROGRAM DIPLOMA IV
MANAJEMEN BISNIS
POLITEKNIK POS
INDONESIA
BANDUNG
2014
KATA PENGANTAR
Dengan
memanjatkan puji serta syukur kepada Tuhan YME atas segala rahmat dan hidayah-Nya,
dan juga tidak lupa shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi
Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya dan kita sebagai umatnya.
Berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini
dengan judul “PERAN KESENIAN GAMELAN BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT” . Makalah ini
disusun untuk memenuhi salah satu tugas semester I mata kuliah Pancasila dan
Kewarganegaraan.
Dalam
makalah ini penulis mencoba untuk lebih mengetahui konsep wawasan nusantara
dalam berbagai referensi. Suka duka telah dilalui oleh penulis, namun berkat
dorongan moril dan materil dari berbagai pihak sehingga penulis dapat
menyelesaikannya. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan
banyak terima kasih kepada pihak – pihak yang telah membantu penulis untuk
menyelesaikan makalah.
Penulis
berharap makalah ini dapat menjadi sumber informasi yang berguna bagi pembaca,
namun penulis menyadari bahwa pembuatan makalah ini masih jauh dapat dikatakann
sempurna. Oleh karena kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis
harapkan dari pembaca.
Bandung, 8
Januari 2014
Penulis
ANUGRAHA NOVANA
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR................................................................................................
i
DAFTAR
ISI...........................................................................................................
ii
BAB 1 PENDAHULUAN.........................................................................................
1
1.1 LATAR
BELAKANG MASALAH..............................................................
1
1.2
RUMUSAN MASALAH.........................................................................
1
1.3
BATASAN MASALAH...........................................................................
1
BAB 2 LANDASAN TEORI.....................................................................................
2
2.1
KONSEP WAWASAN NUSANTARA.......................................................
2
2.2
KONSEP KESENIAN..............................................................................
4
2.3
KONSEP GAMELAN..............................................................................
5
2.4
TEORI ANALISIS SWOT........................................................................
6
BAB 3 PEMBAHASAN...........................................................................................
7
3.1
PERAN GAMELAN BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT.......................... 7
3.2 CARA
MELESTARIKAN KESENIAN DAERAH.......................................... 8
3.3
ANALISIS
SWOT.................................................................................
10
BAB 4 PENUTUP................................................................................................
11
4.1 SIMPULAN.........................................................................................
11
4.2 SARAN...............................................................................................
11
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................
12
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Perkembangan zaman
yang begitu pesat membuat banyaknya warga negara mulai melupakan identitas
negara sendiri dan membuat kurangnya rasa nasionalisme terhadap bangsa dan
negara. Dengan hal ini wawasan nusantara sangat dibutuhkan untuk memupuk
wawasan tentang bangsa dan negara agar bisa menumbuhkan rasa cinta dan rela
berkorban terhadap bangsa dan negara serta menumbuhkan rasa persatuan antar
suku, ras dan agama dan sehingga menanam benih – benih sikap saling toleransi
terhadap sesama.
Kurangnya kesadaran
masyarakat untuk melestarikan kebudayaan bangsa membuat semakin mengikisnya
karakteristik bangsa. Kebudayaan yang begitu beragam tidak akan bermanfaat
apabila tidak di pelihara dan dijaga. Padahal itu adalah suatu potensi bangsa
untuk bisa menonjolkan karakteristik bangsa di kancah dunia internasional.
1.2
RUMUSAN MASALAH
a. Bagaimana peran gamelan bagi
kehidupan bangsa.
b. Bagaimana cara melestarikan gamelan
agar bisa tetap eksis di era globalisasi ini.
1.3
BATASAN MASALAH
Tema yang dipilh penulis adalah wawasan nusantara dalam
kesatuan sosial dan budaya. Dalam pengerjaanya penulis hanya menganalisis dan membahas
salah satu kebudayaan di indonesia melalui berbagai konsep tentang wawasan nusantara
dari berbagai referensi.
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 KONSEP – KONSEP WAWASAN NUSANTARA
·
Definisi dari Wawasan Nusantara
1.
Pengertian Wawasan Nusantara berdasarkan ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Tahun 1993 dan Tahun 1998 tentang GBHN adalah sebagai
berikut :
Wawasan Nusantara yang merupakan
wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945 adalah
cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan
mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam
menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk
mencapai tujuan nasional.
2.
Pengertian Wawasan Nusantara menurut kelompok kerja Wawasan Nusantara
yang diusulkan menjadi ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat dan dibuat
Lemhamnas tahun 1999 adalah sebagai berikut :
Cara pandang dan sikap bangsa
Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai
strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan
wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
untuk mencapai tujuan nasional.
3.
Pengertian Wawasan Nusantara menurut Prof. DR. Wan Usman (Ketua Program
S-2 PKN-UI) :
Wawasan Nusantara adalah cara pandang
bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan
semua aspek kehidupan yang beragam. Hal tersebut disampaikannya pada waktu lokakarya Wawasan
Nusantara dan Ketahanan Nasional di Lemhannas pada bulan januari tahun 2000.
·
Unsur Dasar Konsepsi Wawasan
Nusantara
Konsepsi
Wawasan Nusantara terdiri dari tiga unsur dasar yaitu Wadah (comtour), isi
(content), dan Tata laku (conduct). Ketiganya dijelaskan sebagai berikut :
1. Wadah (contour)
Wadah kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki
kekayaan alam dan penduduk dengan aneka ragam budaya. Setelah menegara dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia, bangsa Indonesia memiliki organisasi
kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan kenegaraan dalam wujud suprastrukur
politik. Sementara itu, wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai
lembaga dalam wujud infrastruktur.
2. Isi (content)
Isi
adalah aspirasi bangsa berkembang di masyarakat dan cita – cita serta tujuan
nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Untuk mencapai aspirasi yang
berkembang di masyrakat maupun cita – cita dan tujuan nasional seperti tersebut
di atas, bangsa Indonesia harus mampu menciptakan persatuan dan kesatuan dalam
kebhinekaan kehidupan nasional. Isi menyangkut dua hal yang esensial, yaitu :
a. Realisasi aspirasi bangsa sebagai
kesepakatan bersama serta pencapaian cita – cita dan tujuan nasional.
b. Persatuan dan kesatuan dalam
kebhinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.
3. Tata laku (conduct)
Tata laku merupakan hasil interaksi
antara wadah dan isi, yang terdiri dari tata laku batiniah dan lahiriah. Tata
laku batiniah mencerminkan jiwa, semangat, dan mentalitas yang baik dari bangsa
Indonesia, sedangka tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan, perbuatan dan
perilaku dari bangsa Indonesia. Kedua hal tersebut akan mencerminkan identitas
jati diri atau kepribadian bangsa Indonesia berdasarkan kekeluargaan dan
kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta kepada bangsa dan tanah air
sehingga menumbuhkan nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan
nasional.
2.2 KONSEP KESENIAN
Pengertian
kesenian diambil dari kata Seni yang
berarti Proses dari manusia (menciptakan) atau intisari
ekspresi dari kreativitas yang mengandung unsur keindahan dan keelokan, Orang yang
menciptakan sebuah kreativitas seni disebut Seniman.
Seni memang
tidak bisa diukur dengan parameter karena seni sulit untuk dijelaskan dan sulit
dinilai, karena manusia memiliki penilaian tentang seni itu sendiri dan Seni
juga bisa dikatakan proses atau produk dari memilih medium* dan suatu set
peraturan untuk penggunaan medium tersebut.
Kesenian
adalah bagian dari budaya dan merupakan sarana yang digunakan untuk
mengekspresikan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia. Selain mengekspresikan
rasa keindahan dari dalam jiwa manusia, kesenian juga mempunyai fungsi lain.
Misalnya, mitos berfungsi menentukan norma untuk perilaku yang teratur serta
meneruskan adat dan nilai-nilai kebudayaan. Secara umum, kesenian dapat
mempererat ikatan solidaritas suatu masyarakat.
2.3 KONSEP GAMELAN
Gamelan adalah
ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan
gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan
satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri
berasal dari bahasa Jawagamel yang berarti memukul / menabuh,
diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan
terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali dan Lombok di Indonesia dalam berbagai
jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa
lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.
Kemunculan
gamelan didahului dengan budaya Hindu-Budha yang mendominasi Indonesia pada
awal masa pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli indonesia.
Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada
zaman Kerajaan Majapahit. Dalam perbedaannya dengan musik India, satu-satunya
dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyanikannya.
Dalam mitologi Jawa, gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka,
dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di
Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan
gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian
menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk set gamelan.
Gambaran
tentang alat musik ensembel pertama ditemukan di Candi Borobudur Magelang Jawa
Tengah, yang telah berdiri sejak abad ke-8. Alat musik semisal suling bambu,
lonceng, kendhang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang
digesek dan dipetik, ditemukan dalam relief tersebut. Namun, sedikit
ditemukan elemen alat musik logamnya. Bagaimanapun, relief tentang alat musik
tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan.
2.4 KONSEP ANALISIS
SWOT
Strategi merupakan cara untuk mencapai sasaran
jangka panjang. Strategi bisnis dapattermasuk perluasan geografis,
diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk, penetrasipasar, pengurangan,
divestasi, likuidasi dan usaha patungan (David, 2002). Untukmenganalisis suatu
kegiatan dalam satu organisasi agar tercapai tujuan, perlumenggunakan suatu
analisis yang dikenal dengan analisis SWOT (Strength, Weakness,Opportunities,
Threats). Instrumen analisis SWOT sangat banyak digunakan karenadapat membantu
pimpinan / CEO dalam merumuskan masalah, menentukan sasaransecara terukur dan
dapat diuji sesuai kondisi lingkungan organisasi baik secara internalmaupun
eksternal.Setiap organisasi pasti mempunyai empat unsur tersebut di atas
sehingga perlu dikenalimemerlukan kehati-hatian dalam pengelolaannya.1.
Strength (kekuatan) merupakan faktor penentu yang dapat mempengaruhi
secarainternal maupun secara eksternal dalam mendukung pencapain tujuan organisasi.2.
Weakness (kelemahan) adalah suatu faktor yang perlu dicermati dalam
menyusunprogram agar tujuan yang telah ditetapkan tidak terlalu jauh menyimpang
dari sasaranyang diharapkan.3. Opportunities (peluang) adalah unsur yang sangat
strategis untuk dikaji secaramendalam agar semua komponen organisasi dapat
memanfaatkan setiap kesempatandalam rangka meningkatkan hasil dan pencapaian
tujuan organisasi.4. Threats (ancaman) adalah factor yang dapat mempengaruhi
jalannya organisasisehingga setiap saat perlu diwaspadai agar organisasi tetap
utuh
BAB 3
PEMBAHASAN
3.1 PERANAN KESENIAN GAMELAN BAGI
KEHIDUPAN MASYARAKAT
Indonesia
merupakan negara yang kaya baik sumber daya alamnya maupun budayanya.
Keanekaragaman budaya ini membuat Indonesia ini menjadi lebih berwarna. Salah
satu kebudayaan yang dimiliki Indonesia adalah gamelan.
Pada
zaman dahulu gamelan berfungsi sebagai pengiring upacara adat, namun dengan
perkembangan yang terjadi di masyarakat gamelan menjadi mempunyai peranan yang
lain di kehidupan masyarakat yaitu sebagai pemersatu bangsa. Dengan berbagai
inovasi yang telah di terapkan pada kesenian gamelan membuat masyarakat menjadi
tertarik kembali untuk memainkan dan melestarikan kesenian gamelan. Selain
daripada itu industri musik yang mulai melirik kesenian gamelan modern membuat
kesenian gamelan lebih terekspos keseluruh nusantara. Dampak dari itu, masyarakat
luar Jawa dan Bali menjadi lebih mengenal kesenian gamelan dan mulai tertarik
untuk mempelajarinya sehingga menimbulkan rasa cinta terhadap budaya bangsa
sendiri.
Banyak
masyarakat luar Jawa yang datang ke Jawa untuk belajar bermain gamelan, mereka
mencoba mengekspresikan suasana jiwa melalui kesenian gamelan ini. Pada saat
mereka mempelajari kesenian gamelan di Jawa secara tidak langsung mereka akan
bersosialisasi dengan masyarakat di sekitarnya sehingga akan menimbulkan
keakraban antar masyarakat yang berbeda tempat asalnya. Maka dari itu kesenian
gamelan ini secara tidak langsung dapat meningkatkan rasa persatuan antar
masyarakat yang ada di Indonesia dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap
budaya bangsa.
3.2 CARA MELESTARIKAN KESENIAN
DAERAH
Dalam
menjaga dan melestarikan budaya lokal yang ada dalam masyarakat dapat dilakukan
dengan berbagai cara. Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh seorang anggota
masyarakat khususnya kita sebagai generasi muda dalam mendukung kelestarian
budaya dan ikut menjaga budaya lokal diantaranya adalah :
1. Mau mempelajari budaya tersebut,
baik hanya sekedar mengenal atau bisa juga dengan ikut mempraktikkannya dalam
kehidupan kita.
2. Ikut berpartisipasi apabila ada
kegiatan dalam rangka pelestarian kebudayaan, misalnya :
a. Mengikuti
kompetisi tentang kebudayaan, misalnya tari tradisi atau teater daerah.
b. Ikut
berpartisipasi dengan mementaskan budaya tradisonal pada acara ataupun kegiatan
tertentu, seperti pada saat perayaan hari ulang tahun kemerdekaan bangsa,
mengadakan pementasan ketoprak yang berbau perjuangan, dan lain-lain.
3. Mengajarkan
kebudayaan itu pada generasi penerus sehingga kebudayaan itu tidak musnah dan
tetap dapat bertahan.
4. Mencintai budaya
sendiri tanpa merendahkan dan melecehkan budaya orang lain.
5. Mempraktikkan penggunaan budaya itu dalam
kehidupan sehari-hari, misalnya budaya berbahasa.
6. Menghilangkan
perasaan gengsi ataupun malu dengan kebudayaan yang kita miliki.
7. Menghindari sikap primordialisme dan
etnosentrisme.
Dengan mempelajari gamelan,
masyarakat menjadi lebih bisa menghargai budaya bangsa. Selain dari itu pada
zaman sekarang kesenian gamelan mulai dilirik oleh mata dunia sehingga itu bisa
menimbulkan rasa optimisme bagi para pemain kesenian gamelan untuk
mengeksplorasi kesenian gamelan.
Bahkan di luar negri
banyak sekolah-sekolah yang menjadikan gamelan sebuah kurikulum mata pelajaran
untuk dipelajari dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Hal ini
ironis, jika dilihat dari kebanyakkan sekolah lokal yang seolah seperti
menyisihkan mata pelajaran seni budaya kesenian tradisional Indonesia.
Beruntung sekali karena tidak semua sekolah menyisihkannya, karena masih ada
banyak sekolah-sekolah daerah yang mengajarkan seni budaya gamelan dan kesenian
tradisional lainnya seperti halnya yang telah dilakukan di beberapa negara maju
tersebut. Ini lah salah satu yang juga perlu kita dukung.
Berikut berbagai contoh event gamelan
yang mendunia :
1. Pada tahun 2011 di Kedutaan Besar
Republik Indonesia di Kuala Lumpur, disana diselenggarakan suatu acara dan
mengundang Pemain Gamelan dari Indonesia yaitu Sakatalu.
2. Pada tahun 2013 saat Timnas Indonesia
melawan tim Arsenal FC dari Inggris sebelum memulai pertandingan diselingi
dengan pertunjukan gamelan.
3. Pada tahun 2013 diselenggarakan World
Gamelan Festival 2013 di Dataran Shahbandar, Kuala Terengganu, Terengganu,
Malaysia pada tanggal 25 – 27 Oktober 2013.
Maka
dari itu sebagai warga negara Indonesia, kita sepatutnya bangga karena salah
satu dari kesenian Indonesia bisa mendunia dan mengharumkan nama bangsa di mata
dunia.
3.3 TEORI ANALISIS SWOT
Untuk lebih mengetahui potensi dan
kekurangan dari kesenian gamelan maka diperlukan analisis SWOT (Strength,
Weakness, Opportunity dan Threat).
·
Strength (kekuatan)
Dengan keunikan suara dan bentuk yang
berbeda dengan alat musik yang ada di negara lain membuat gamelan dapat menjadi
ciri khas negara Indonesia di dunia Internasional.
·
Weakness (kelemahan)
Kurangnya inovasi dalam kesenian
gamelan membuat masyarakat menjadi bosan untuk mempelajari dan melestarikan
kesenian tersebut. Sehingga membuat kesenian gamelan semakin menurun
eksistensinya di kehidupan masyarakat.
·
Opportunity (peluang)
Keunikan suara dan bentuk dari
kesenian gamelan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat khususnya
masyarakat internasional. Apalagi dibarengi dengan inovasi – inovasi yang
brilian akan membuat gamelan menjadi kesenian tradisional yang membanggakan
negara.
·
Threat (ancaman)
Dengan berbagai potensi yang dimiliki
kesenian gamelan, namun tanpa ada kesadaran masyarakat dan pemerintah untuk
melestarikan kesenian gamelan akan juga menimbulkan ancaman yang serius bagi
bangsa dan negara.
BAB 4
PENUTUP
4.1 SIMPULAN
Dengan berbagai inovasi yang telah di
terapkan pada kesenian gamelan membuat masyarakat menjadi tertarik kembali
untuk memainkan dan melestarikan kesenian gamelan. Selain daripada itu industri
musik yang mulai melirik kesenian gamelan modern membuat kesenian gamelan lebih
terekspos keseluruh nusantara. Dampak dari itu, masyarakat luar Jawa dan Bali
menjadi lebih mengenal kesenian gamelan dan mulai tertarik untuk mempelajarinya
sehingga menimbulkan rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri.
Banyak cara yang dapat dilakukan
untuk melestarikan kesenian daerah salah satunya adalah dengan mencintai kesenian
daerah dan mempelajarinya sehingga akan membuat eksistensi kebudayaan daerah
tidak luntur di dalam jiwa dan raga.
4.2 SARAN
Kita sebagai generasi muda jangan
sampai mengacuhkan apalagi melupakan kesenian daerah masing – masing karena
pada dasarnya kesenian – kesenian tersebutlah yang membuat negara ini semakin
indah dan juga kesenian tersebut merupakan ciri khas dari bangsa Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
·
Sumarsono.
2001. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta.
Gramedia Pustaka Utama
·
Sutoyo.
2011. Pendidikan Kewarganegaraan. Edisi
Pertama. Yogyakarta. Graha Ilmu
·
Pratiwi,
Dian. 2012. Pengertian Analisis SWOT.
·
Wikipedia
Indonesia. Gamelan.



No comments:
Post a Comment