Wednesday, 12 February 2014

Makalah Wawasan Nusantara

PERAN KESENIAN GAMELAN SEBAGAI PEMERSATU BANGSA
Disusun untuk memenuhi tugas semester 1 mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan jurusan Manajemen Bisnis

Disusun oleh
ANUGRAHA NOVANA
4134045

polpos.jpg

PROGRAM DIPLOMA IV MANAJEMEN BISNIS
POLITEKNIK POS INDONESIA
BANDUNG
2014



KATA PENGANTAR
           
            Dengan memanjatkan puji serta syukur kepada Tuhan YME atas segala rahmat dan hidayah-Nya, dan juga tidak lupa shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, para sahabatnya dan kita sebagai umatnya. Berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan judul “PERAN KESENIAN GAMELAN BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT” . Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas semester I mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan.
            Dalam makalah ini penulis mencoba untuk lebih mengetahui konsep wawasan nusantara dalam berbagai referensi. Suka duka telah dilalui oleh penulis, namun berkat dorongan moril dan materil dari berbagai pihak sehingga penulis dapat menyelesaikannya. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak – pihak yang telah membantu penulis untuk menyelesaikan makalah.
            Penulis berharap makalah ini dapat menjadi sumber informasi yang berguna bagi pembaca, namun penulis menyadari bahwa pembuatan makalah ini masih jauh dapat dikatakann sempurna. Oleh karena kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan dari pembaca.


Bandung, 8  Januari 2014


Penulis
ANUGRAHA NOVANA
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................................... ii
BAB 1 PENDAHULUAN......................................................................................... 1
            1.1 LATAR BELAKANG MASALAH.............................................................. 1
            1.2 RUMUSAN MASALAH......................................................................... 1
            1.3 BATASAN MASALAH........................................................................... 1
BAB 2 LANDASAN TEORI..................................................................................... 2
            2.1 KONSEP WAWASAN NUSANTARA....................................................... 2
            2.2 KONSEP KESENIAN.............................................................................. 4
            2.3 KONSEP GAMELAN.............................................................................. 5
            2.4 TEORI ANALISIS SWOT........................................................................ 6
BAB 3 PEMBAHASAN........................................................................................... 7
            3.1 PERAN GAMELAN BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT.......................... 7
            3.2 CARA MELESTARIKAN KESENIAN DAERAH.......................................... 8
            3.3 ANALISIS SWOT................................................................................. 10
BAB 4 PENUTUP................................................................................................ 11
4.1 SIMPULAN......................................................................................... 11
4.2 SARAN............................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 12





BAB 1
PENDAHULUAN
1.1                           LATAR BELAKANG
Perkembangan zaman yang begitu pesat membuat banyaknya warga negara mulai melupakan identitas negara sendiri dan membuat kurangnya rasa nasionalisme terhadap bangsa dan negara. Dengan hal ini wawasan nusantara sangat dibutuhkan untuk memupuk wawasan tentang bangsa dan negara agar bisa menumbuhkan rasa cinta dan rela berkorban terhadap bangsa dan negara serta menumbuhkan rasa persatuan antar suku, ras dan agama dan sehingga menanam benih – benih sikap saling toleransi terhadap sesama.
Kurangnya kesadaran masyarakat untuk melestarikan kebudayaan bangsa membuat semakin mengikisnya karakteristik bangsa. Kebudayaan yang begitu beragam tidak akan bermanfaat apabila tidak di pelihara dan dijaga. Padahal itu adalah suatu potensi bangsa untuk bisa menonjolkan karakteristik bangsa di kancah dunia internasional.                                                                                                 

1.2                           RUMUSAN MASALAH

a.     Bagaimana peran gamelan bagi kehidupan bangsa.
b.     Bagaimana cara melestarikan gamelan agar bisa tetap eksis di era globalisasi ini.

1.3                          BATASAN MASALAH

Tema yang dipilh penulis adalah wawasan nusantara dalam kesatuan sosial dan budaya. Dalam pengerjaanya penulis hanya menganalisis dan membahas salah satu kebudayaan di indonesia melalui berbagai konsep tentang wawasan nusantara dari berbagai referensi.

BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1              KONSEP – KONSEP WAWASAN NUSANTARA
·        Definisi dari Wawasan Nusantara

1.     Pengertian Wawasan Nusantara berdasarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Tahun 1993 dan Tahun 1998 tentang GBHN adalah sebagai berikut :
Wawasan Nusantara yang merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945 adalah cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

2.     Pengertian Wawasan Nusantara menurut kelompok kerja Wawasan Nusantara yang diusulkan menjadi ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat dan dibuat Lemhamnas tahun 1999 adalah sebagai berikut :
Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

3.     Pengertian Wawasan Nusantara menurut Prof. DR. Wan Usman (Ketua Program S-2 PKN-UI) :
Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Hal tersebut disampaikannya pada waktu lokakarya Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional di Lemhannas pada bulan januari tahun 2000.

·        Unsur Dasar Konsepsi Wawasan Nusantara

Konsepsi Wawasan Nusantara terdiri dari tiga unsur dasar yaitu Wadah (comtour), isi (content), dan Tata laku (conduct). Ketiganya dijelaskan sebagai berikut :

1.     Wadah (contour)
Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan penduduk dengan aneka ragam budaya. Setelah menegara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakan wadah berbagai kegiatan    kenegaraan dalam wujud suprastrukur politik. Sementara itu, wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai lembaga dalam wujud infrastruktur.

2.     Isi (content)

Isi adalah aspirasi bangsa berkembang di masyarakat dan cita – cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Untuk mencapai aspirasi yang berkembang di masyrakat maupun cita – cita dan tujuan nasional seperti tersebut di atas, bangsa Indonesia harus mampu menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan kehidupan nasional. Isi menyangkut dua hal yang esensial, yaitu :
a.     Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama serta pencapaian cita – cita dan tujuan nasional.
b.     Persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.





3.     Tata laku (conduct)
Tata laku merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi, yang terdiri dari tata laku batiniah dan lahiriah. Tata laku batiniah mencerminkan jiwa, semangat, dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia, sedangka tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan, perbuatan dan perilaku dari bangsa Indonesia. Kedua hal tersebut akan mencerminkan identitas jati diri atau kepribadian bangsa Indonesia berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta kepada bangsa dan tanah air sehingga menumbuhkan nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional.

2.2 KONSEP KESENIAN
Pengertian kesenian diambil dari kata Seni yang berarti Proses dari manusia (menciptakan) atau intisari ekspresi dari kreativitas yang mengandung unsur keindahan dan keelokan, Orang yang menciptakan sebuah kreativitas seni disebut Seniman.
Seni memang tidak bisa diukur dengan parameter karena seni sulit untuk dijelaskan dan sulit dinilai, karena manusia memiliki penilaian tentang seni itu sendiri dan Seni juga bisa dikatakan proses atau produk dari memilih medium* dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium tersebut.
Kesenian adalah bagian dari budaya dan merupakan sarana yang digunakan untuk mengekspresikan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia. Selain mengekspresikan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia, kesenian juga mempunyai fungsi lain. Misalnya, mitos berfungsi menentukan norma untuk perilaku yang teratur serta meneruskan adat dan nilai-nilai kebudayaan. Secara umum, kesenian dapat mempererat ikatan solidaritas suatu masyarakat.



2.3 KONSEP GAMELAN
Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawagamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.
Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu-Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli indonesia. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. Dalam perbedaannya dengan musik India, satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyanikannya. Dalam mitologi Jawa, gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk set gamelan.
Gambaran tentang alat musik ensembel pertama ditemukan di Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah, yang telah berdiri sejak abad ke-8. Alat musik semisal suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan dipetik, ditemukan dalam relief tersebut. Namun, sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. Bagaimanapun, relief tentang alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/32/Traditional_indonesian_instruments.jpg/120px-Traditional_indonesian_instruments.jpg                   http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/88/Traditional_indonesian_drums.jpg/120px-Traditional_indonesian_drums.jpg                             Traditional indonesian instruments02.jpg
2.4 KONSEP ANALISIS SWOT
                Strategi merupakan cara untuk mencapai sasaran jangka panjang. Strategi bisnis dapattermasuk perluasan geografis, diversifikasi, akuisisi, pengembangan produk, penetrasipasar, pengurangan, divestasi, likuidasi dan usaha patungan (David, 2002). Untukmenganalisis suatu kegiatan dalam satu organisasi agar tercapai tujuan, perlumenggunakan suatu analisis yang dikenal dengan analisis SWOT (Strength, Weakness,Opportunities, Threats). Instrumen analisis SWOT sangat banyak digunakan karenadapat membantu pimpinan / CEO dalam merumuskan masalah, menentukan sasaransecara terukur dan dapat diuji sesuai kondisi lingkungan organisasi baik secara internalmaupun eksternal.Setiap organisasi pasti mempunyai empat unsur tersebut di atas sehingga perlu dikenalimemerlukan kehati-hatian dalam pengelolaannya.1. Strength (kekuatan) merupakan faktor penentu yang dapat mempengaruhi secarainternal maupun secara eksternal dalam mendukung pencapain tujuan organisasi.2. Weakness (kelemahan) adalah suatu faktor yang perlu dicermati dalam menyusunprogram agar tujuan yang telah ditetapkan tidak terlalu jauh menyimpang dari sasaranyang diharapkan.3. Opportunities (peluang) adalah unsur yang sangat strategis untuk dikaji secaramendalam agar semua komponen organisasi dapat memanfaatkan setiap kesempatandalam rangka meningkatkan hasil dan pencapaian tujuan organisasi.4. Threats (ancaman) adalah factor yang dapat mempengaruhi jalannya organisasisehingga setiap saat perlu diwaspadai agar organisasi tetap utuh










BAB 3
PEMBAHASAN

3.1       PERANAN KESENIAN GAMELAN BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT

Indonesia merupakan negara yang kaya baik sumber daya alamnya maupun budayanya. Keanekaragaman budaya ini membuat Indonesia ini menjadi lebih berwarna. Salah satu kebudayaan yang dimiliki Indonesia adalah gamelan.

Pada zaman dahulu gamelan berfungsi sebagai pengiring upacara adat, namun dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat gamelan menjadi mempunyai peranan yang lain di kehidupan masyarakat yaitu sebagai pemersatu bangsa. Dengan berbagai inovasi yang telah di terapkan pada kesenian gamelan membuat masyarakat menjadi tertarik kembali untuk memainkan dan melestarikan kesenian gamelan. Selain daripada itu industri musik yang mulai melirik kesenian gamelan modern membuat kesenian gamelan lebih terekspos keseluruh nusantara. Dampak dari itu, masyarakat luar Jawa dan Bali menjadi lebih mengenal kesenian gamelan dan mulai tertarik untuk mempelajarinya sehingga menimbulkan rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri.

Banyak masyarakat luar Jawa yang datang ke Jawa untuk belajar bermain gamelan, mereka mencoba mengekspresikan suasana jiwa melalui kesenian gamelan ini. Pada saat mereka mempelajari kesenian gamelan di Jawa secara tidak langsung mereka akan bersosialisasi dengan masyarakat di sekitarnya sehingga akan menimbulkan keakraban antar masyarakat yang berbeda tempat asalnya. Maka dari itu kesenian gamelan ini secara tidak langsung dapat meningkatkan rasa persatuan antar masyarakat yang ada di Indonesia dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya bangsa.
3.2      CARA MELESTARIKAN KESENIAN DAERAH
            Dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal yang ada dalam masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh seorang anggota masyarakat khususnya kita sebagai generasi muda dalam mendukung kelestarian budaya dan ikut menjaga budaya lokal diantaranya adalah :
1. Mau mempelajari budaya tersebut, baik hanya sekedar mengenal atau bisa juga dengan ikut mempraktikkannya dalam kehidupan kita.
2. Ikut berpartisipasi apabila ada kegiatan dalam rangka pelestarian kebudayaan, misalnya :
a. Mengikuti kompetisi tentang kebudayaan, misalnya tari tradisi      atau teater daerah.
b. Ikut berpartisipasi dengan mementaskan budaya tradisonal pada acara ataupun kegiatan tertentu, seperti pada saat perayaan hari ulang tahun kemerdekaan bangsa, mengadakan pementasan ketoprak yang berbau perjuangan, dan lain-lain.
3. Mengajarkan kebudayaan itu pada generasi penerus sehingga kebudayaan itu tidak musnah dan tetap dapat bertahan.
4. Mencintai budaya sendiri tanpa merendahkan dan melecehkan budaya orang lain.
5.  Mempraktikkan penggunaan budaya itu dalam kehidupan sehari-hari, misalnya budaya berbahasa.
6. Menghilangkan perasaan gengsi ataupun malu dengan kebudayaan yang kita miliki.
7.  Menghindari sikap primordialisme dan etnosentrisme.
Dengan mempelajari gamelan, masyarakat menjadi lebih bisa menghargai budaya bangsa. Selain dari itu pada zaman sekarang kesenian gamelan mulai dilirik oleh mata dunia sehingga itu bisa menimbulkan rasa optimisme bagi para pemain kesenian gamelan untuk mengeksplorasi kesenian gamelan.
Bahkan di luar negri banyak sekolah-sekolah yang menjadikan gamelan sebuah kurikulum mata pelajaran untuk dipelajari dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Hal ini ironis, jika dilihat dari kebanyakkan sekolah lokal yang seolah seperti menyisihkan mata pelajaran seni budaya kesenian tradisional Indonesia. Beruntung sekali karena tidak semua sekolah menyisihkannya, karena masih ada banyak sekolah-sekolah daerah yang mengajarkan seni budaya gamelan dan kesenian tradisional lainnya seperti halnya yang telah dilakukan di beberapa negara maju tersebut. Ini lah salah satu yang juga perlu kita dukung.
Berikut berbagai contoh event gamelan yang mendunia :
1.     Pada tahun 2011 di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, disana diselenggarakan suatu acara dan mengundang Pemain Gamelan dari Indonesia yaitu Sakatalu.
2.     Pada tahun 2013 saat Timnas Indonesia melawan tim Arsenal FC dari Inggris sebelum memulai pertandingan diselingi dengan pertunjukan gamelan.
3.     Pada tahun 2013 diselenggarakan World Gamelan Festival 2013 di Dataran Shahbandar, Kuala Terengganu, Terengganu, Malaysia pada tanggal 25 – 27 Oktober 2013.

Maka dari itu sebagai warga negara Indonesia, kita sepatutnya bangga karena salah satu dari kesenian Indonesia bisa mendunia dan mengharumkan nama bangsa di mata dunia.










3.3 TEORI ANALISIS SWOT
Untuk lebih mengetahui potensi dan kekurangan dari kesenian gamelan maka diperlukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat).
·        Strength (kekuatan)
Dengan keunikan suara dan bentuk yang berbeda dengan alat musik yang ada di negara lain membuat gamelan dapat menjadi ciri khas negara Indonesia di dunia Internasional.
·        Weakness (kelemahan)

Kurangnya inovasi dalam kesenian gamelan membuat masyarakat menjadi bosan untuk mempelajari dan melestarikan kesenian tersebut. Sehingga membuat kesenian gamelan semakin menurun eksistensinya di kehidupan masyarakat.

·        Opportunity (peluang)

Keunikan suara dan bentuk dari kesenian gamelan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat khususnya masyarakat internasional. Apalagi dibarengi dengan inovasi – inovasi yang brilian akan membuat gamelan menjadi kesenian tradisional yang membanggakan negara.

·        Threat (ancaman)

Dengan berbagai potensi yang dimiliki kesenian gamelan, namun tanpa ada kesadaran masyarakat dan pemerintah untuk melestarikan kesenian gamelan akan juga menimbulkan ancaman yang serius bagi bangsa dan negara.




BAB 4
PENUTUP

4.1      SIMPULAN

Dengan berbagai inovasi yang telah di terapkan pada kesenian gamelan membuat masyarakat menjadi tertarik kembali untuk memainkan dan melestarikan kesenian gamelan. Selain daripada itu industri musik yang mulai melirik kesenian gamelan modern membuat kesenian gamelan lebih terekspos keseluruh nusantara. Dampak dari itu, masyarakat luar Jawa dan Bali menjadi lebih mengenal kesenian gamelan dan mulai tertarik untuk mempelajarinya sehingga menimbulkan rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan kesenian daerah salah satunya adalah dengan mencintai kesenian daerah dan mempelajarinya sehingga akan membuat eksistensi kebudayaan daerah tidak luntur di dalam jiwa dan raga.


4.2      SARAN
           
            Kita sebagai generasi muda jangan sampai mengacuhkan apalagi melupakan kesenian daerah masing – masing karena pada dasarnya kesenian – kesenian tersebutlah yang membuat negara ini semakin indah dan juga kesenian tersebut merupakan ciri khas dari bangsa Indonesia.








DAFTAR PUSTAKA

·        Sumarsono. 2001. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama
·        Sutoyo. 2011. Pendidikan Kewarganegaraan. Edisi Pertama. Yogyakarta. Graha Ilmu
·        Pratiwi, Dian. 2012. Pengertian Analisis SWOT.

·        Wikipedia Indonesia. Gamelan.

No comments:

Post a Comment