Wednesday, 12 February 2014

Kemerdekaan Bukan Hadiah Jepang!!

Pada tahun 1944 kedudukan Jepang semakin terdesak oleh sekutu, sehingga pada tanggal 7 September 1944 Perdana Menteri Jepang Jenderal Koiso memberi janji kemerdekaan kepada Indonesia. Janji tersebut diucapkan agar rakyat Indonesia membantu Jepang untuk menghadapi Sekutu. Untuk meyakinkan Rakya Indonesia, Jepang membentuk BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai) pada tanggal 1 Maret 1945. BPUPKI dibentuk untuk tujuan menyusun rencana undang undang dasar. Setelah  berhasil menyusun rencana undang undang dasar maka pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan dan diganti dengan PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai)
Pada tanggal 15 Agustus 1945 di Jakarta berlangsung musyawarah pemuda yang kemudian dikenal dengan “ Gerakan Angkatan Baru” atau juga disebut “Angkatan Baru Empat Lima” Gerakan Pemuda ini mempunyai pikiran pikiran yang mengeluarakan pernyataan tentang datangnya Indonesia Merdeka dengan bentuk Republik  yang berdasarkan Kedaulatan Rakyat.
Pada tanggal 6 Agustus 1945, Kota Hirosima dijatuhi bom atom oleh Sekutu, tiga hari kemudian tepatnya tanggal 9 Agustus 1945 Kota Nagasaki juga dijatuhi bom atom. Karena keadaan negeri Jepang yang kacau akibat serangan bom atom oleh sekutu maka Marsekal Terauci selaku panglima tentara Jepang  di Asia Tenggara memanggil Ir. Soekarno,  Drs. Mohamad Hatta, dan Dr. Radjiman Wediodiningrat(pimpinan BPUPKI) agar datang ke Markas besarnya di Dalath( Vietnam). Rombongan Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta dan Dr. Radjiman Widiodiningrat  berangkat dari indonesia menuju Vietnam, sedangkan pertemuan dengan Marsekal Terauci berlangsung pada tanggal 12 Agustus 1945Dalam pertemuan itu Marsekal Terauci memutuskan bahwa Jepang akan memberikan Kemerdekaan kepada bangsa Indonesia dan kemerdekaan itu akan diumumkan jika persiapan sudah selesai. Setelah mendengarkan penjelasan  tersebut, rombongan Ir. Soekarno kembali ke Jakarta pada tanggal 14 Agustus 1945.
Karena kedudukan Jepang semakin terpojok karena Pasukan Amerika yang semakin dekat  ke negeri Jepang, serta Rusia mengumumkan perang kepada Manchuria, maka akhirnya Jepang menyatakan menyerah kepada Sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945. Mendengar  siaran berita dari Radio Amerika,  Syahrir menyanpaikan berita kepada Drs. Moh. Hatta yang meneruskan berita tersebut kepada Ir. Soekarno bahwa  jepang telah kalah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5VlmELGigSXVez84eN4sARA33geE8QYYgxgFxEtqw3XQS8cU_Xr2ISpnVGwnDPsTSRHz-fzofQjGo6FdhPBcosu2A0ULLDAEL6G6j43_edGbHV1Wqc4uPZqLICH9i-Zk5DGo5POL4080/s1600/admiral+maeda.jpg
laksamana Maeda
Kurang puas akan berita tersebut selanjutnya Ir Soekarno dan Moh. Hatta berkunjung  ke rumah Laksamana Maeda untuk menanyakan kabar kebenaran berita tersebut. Setelah mendapat jawaban dari Laksamana Maeda mereka bertambah yakin bahwa perang telah selesai dan Jepang kalah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjM4NwSar_vPFBKNO_XKWCfuJ29DaRocx2lCrrlXafTqhyphenhyphenWGwu0AQ3cE9_M0WejV1g298m_1-9yR86nBer5BzDy6KP3qNElvDqm0Ndguprd61QMD_qUCmdH6IcnzW_e0Ul1m7rgMV70s1Y/s400/naskahproklamasi+asli.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvXSRZPUEaVQvKaA7c6Te33QstvCDoWfDBAUt9Id26cf9wNU8BnYMAdHX4QoLEVNGWQkMvlbswDAvktBadehwDws4mE-C6C1Y2JYOddM66_Cbpi3s_eXlr90UB1ah4VVMXSnh6KMkS1RM/s400/proklamasi+ketikan.png
Sore hari pada tanggal 15 Agustus 1945, Subandio Sastrosatomo dan Subianto menemui Drs. Moh. Hatta supaya mencegah PPKI mengumumkan kemerdekaan dengan alasan jika PPKI mengumumkan kemerdekaan berarti kemerdekaan tersebut adalah hadiah dari Jepang bukan dari Pejuangan Bangsa Indonesia.  Kelompok pemuda tidak menyetujui  kehendak kelompok tua mengenai kemerdekaan sebab kelompok tua mengambil strategi kooperasi terhadap pemerintah jepang. Kelompok ini bersifat hati-hati dalam mencemati masalah kemerdekaan. Mereka berpendapat bahwa kemerdekaan harus dilaksanakan sesuai dengan persetujuan perjanjian dengan Jepang. Mereka tidak mau melanggar perjanjian itu karena akan terjadi pertumpahan darah. Selain itu, mereka juga mengetahui bahwa jepang di beri tugas oleh sekutu untuk mempertahankan status Quo/ vacum of power  di Indonesia.

Pada tanggal 15 Agustus 1945 pada malam harinya, para pemuda mengadakan pertemuan di Pegangsaan Timur dan mengambil keputusan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan persoalan bangsa Indonesia sendiri yang tidak dapat digantungkan kepada orang atau bangsa lain. Maka dari keputusan tersebut mereka mendapat solusi bahwa  jalan satu satunya adalah memproklamasikan kemerdekaan oleh bangsanya sendiri.

 Pada tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Moh.Hatta dibawa pemuda ke Renglasdengklok pada pukul 04.00 yang bertujuan untuk menjauhkan kedua tokoh tersebut dari tekanan dan pengaruh Jepang. Latar belakang penculikan tersebut karena perbedaan  pendapat antara kehendak golongan nasionalis pemuda dan golongan nasionalis tua. Malam harinya Soekarno dan Moh.Hatta tiba kembali di Jakarta pada pukul 23.00 WIB
Sekembalinya Ir. Soekarno dan Muh. Hatta ke Jakarta,  golongan muda dan golongan tua menyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang  berlangsung pukul 02.00 - 04.00 dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi Maeda jln. Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Sedangkan diruang depan, hadir B.M Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dengan mengatasnamakan  bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti melik.
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2qbD86I2WAZsROzpnYrKCoGyA71YAbmT0L3aivivQs0hNfRYp_ra2Ito3Ez84H6EM0X-cPJ1pq82tZPaRl8finHI_tC7Qzg7gySZXsv6-YpVIFlemby8TrHfPNXlIIQ16mBcAJBamA38/s320/soekarno+membacakan+proklamasi.jpg
Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSid-lQZ0WEdpsb5VJ6jYpEI3repkgLBwu_j5PZy9EHCzFYk9uM82rOiIYjqxzNLhqL8G7WKb86tlzUOuquHeR9ZgVKaqhWigXvZsWU4UO7YeOVdXUxgs2VZ9FQAk8CVtQ_XzDpft7_lI/s320/pengibaran+sang+saka.jpg

Pada awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed untuk tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera Merah Putih (Sang Saka Merah Putih), yang dijahit oleh ibu Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, para hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan semangat harapan baru terbebas dari penjajahan. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.
Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota Barisan Pelopor yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian. Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.
Proklamasi Kemerdekaan telah dikumandangkan oleh Bung Karno didampingi oleh Bung Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Sebagai negara yang baru memproklamasikan kemerdekaan, Indonesia mendapat simpati dari bangsa-bangsa di dunia. Hal ini tampak dari adanya pengakuan negara lain terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945. Sebagai sebuah negara merdeka, maka pada tanggal 18 Agustus 1945 ditetapkan Undang-Undang Dasar (UUD 1945) dan pemilihan Presiden yaitu Bung Karno dan Bung Hatta sebagai Wakil Presiden.
Semula rakyat Indonesia menyambut dengan senang hati kedatangan Sekutu, karena mereka mengumandangkan perdamaian. Akan tetapi, setelah diketahui bahwa Netherlands Indies Civil Administration (NICA) di bawah pimpinan Van der Plass dan Van Mook ikut di dalamnya,sikap rakyat Indonesia menjadi curiga dan bermusuhan. NICA adalah organisasi yang didirkanorang-orang Belanda yang melarikan diri ke Australiasetelah Belanda menyerah pada Jepang. Organisasi ini semula didirikan dan berpusat di Australia.
Keadaan bertambah buruk karena NICA mempersenjatai kembali KNIL setelah dilepas Oleh Sekutu dari tawanan Jepang. Adanya keinginan Belanda berkuasa di Indonesia menimbulkan pertentangan, bahkan dimana-mana terjadi pertempuran melawan NICA dan Sekutu. Tugas yang diemban oleh Sekutu yang dalam hal ini dilakukan oleh Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) ternyata memiliki agenda yang terselubung. Kedatangan pasukan Sekutu justru diboncengi oleh NICA yang tidak lain adalah orang-orang Belanda yang ketika Jepang dating melarikan diri ke Australia dan membentuk kekuatan di sana. Mereka memiliki keinginan untuk menghidupkan kembali Hindia Belanda. Dengan demikian sikap Indonesia yang semula menerima kedatangan Sekutu menjadi penuh kecurigaan dan kemudian berkembang menjadi permusuhan.


No comments:

Post a Comment